B. Indonesia

Pertanyaan

kk aku minta tolng ,,tolong buatkn aku cerpen, no google ..makasih

1 Jawaban

  • DO MY FRIEND

    namaku Larisa dwi Andriana, jangan pernah berpikir jika aku ini adalah seorang perempuan karena kalian salah besar. aku seorang laki- laki, ingat, laki-laki!

    aku tahu namaku selalu bisa membuat orang-orang salah paham namun aku tak bisa melakukan protes ataupun mengganti nama pemberian orang tuaku karena aku menghargai mereka. 

    terkadang aku suka miris sendiri ketika tidak ada yang mau berteman denganku hanya karena namaku yang mirip perempuan. seolah-olah aku tidak diharapkan lahir karena namaku yang sangat kontras denganku, kata mereka.

    namun semua itu adalah masa laluku ketika sekolah dasar dan sekolah menengah, kali ini aku akan mengubah pemikiran mereka tentangku saat aku kini mulai memasuki dunia perkuliahanku.

    tetapi ternyata aku tak juga berhasil, mereka tetap memandangku remeh dan itu menyakitkan. dulu saat tempat sandaranku masih hidup, aku selalu menceritakan hari-hariku padanya. dia adalah satu-satunya temanku,

    dia seorang perempuan yang baik dan sangat tegar dalam menjalani hidupnya yang kata dokter hanya tinggal beberapa bulan saat aku mulai mengenalnya. dia selalu bisa memberi semangat untuk orang lain tanpa memikirkan diirnya sendiri. dia mungkin sahabatku yang pertama dan satu-satunya yang selalu mengerti diriku.

    hari ini aku memasuki halaman kampus seperti biasa, sendirian tanpa teman, lagi. bukan kelas yang pertama kali terlintas dipikiranku, karena itulah aku melangkahkan kakiku menuju tempat faforitku. dan danau belakang sekolahlah tujuanku.

    jika dulu aku selalu kesini bersama Riana, sahabatku, kali ini aku harus sendirian. aku berdiri tak jauh dari pinggir danau sambil melihat sekeliling. dan tanpa sadar memori-memoriku tentang kebersamaanku dengan sahabatku terulang, membuatku airmataku jatuh dengan sendirinya. dan aku dengan segera menghapusnya kasar.

    saat aku masih sibuk menghapus airmataku tiba-tiba sebuah tangan menjulurkan sapu tangan berwarna ungu mudanya padaku. aku menoleh padanya dan melihatnya dengan pandangan heran.

    "ini pakailah, aku tidak melihat apa-apa kok" katanya lembut. aku pun segera mengambil sapu tangannya dan membersihkan air mataku. aku sangat tahu menurut wanita, seorang laki-laki akan mudah kalah jika kelemahannya terbongkar, dan dia melihat kelemahanku sekarang.
    " terima kasih" ucapku singkat sambil menyodorkan kembali saputangannya padanya namun dia menolak.
    " untukmu saja" katanya menutup semua pembicaraan diantara kami kemudian.
    dia mengingatkanku pada Riana karena sifatnya. pakah jika aku mengajak seorang yang baru kukenal menjadi temanku itu salah? bisakah aku melakukannya?

    saat aku telah membuka mulutku hendak menanyakannya, dia menanyakan pertanyaan yang sama terlebih dulu.
    "maukah ka menjadi temanku?" katanya membuatku terkejut, kulihat wajahnya sedikit kecewa ketika melihat ekspresiku dan dengan cepat aku memberinya senyuman yang jarang sekali kutunjukkan pada orang lain, membuatnya memandangku bingung dari balik kacamatanya.

    "tentu saja, siapa namamu?" kataku cepat
    "lien shera"  katanya sambil tersenyum juga
    " larisa dwi andriana" kataku sambil menjabat tangannya, kulihat dia sedikit menujukkan ekspresi terkejutnya namun dengan cepat pula ekspresi itu hilang

    "let's do my friend, dri"
    " let's do, shera"

    dan sejak saat  itulah aku tak lagi sendirian. aku berharap shera bisa menemaniku selalu agar aku tak lagi kehilangan orang yang bisa menjadi sandaranku.

Pertanyaan Lainnya