1. Tuliskan kandungan Qs. az zumar ayat 53 Qs. an najm ayat 39-42 Qs. ali imran ayat 159 2. sebutkan pengamatan dari Qs. az zumar ayat 53 Qs. an najm ayat 39-42
B. Arab
scholorest
Pertanyaan
1. Tuliskan kandungan
Qs. az zumar ayat 53
Qs. an najm ayat 39-42
Qs. ali imran ayat 159
2. sebutkan pengamatan dari
Qs. az zumar ayat 53
Qs. an najm ayat 39-42
Qs. ali imran ayat 159
tolong dikerjakan yang bisa saja, kalau bisa semua tolong dikerjakan dengan benar
Qs. az zumar ayat 53
Qs. an najm ayat 39-42
Qs. ali imran ayat 159
2. sebutkan pengamatan dari
Qs. az zumar ayat 53
Qs. an najm ayat 39-42
Qs. ali imran ayat 159
tolong dikerjakan yang bisa saja, kalau bisa semua tolong dikerjakan dengan benar
1 Jawaban
-
1. Jawaban IbnuAbihi
Menurut Tafsir Jalalain:
QS. Az-Zumar : 53
53. (Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa) dapat dibaca Laa Taqnithuu atau Laa Taqnathuu; sebagian ahli qiraat ada yang membacanya Laa Taqnuthuu; artinya janganlah kalian putus asa (dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya) bagi orang yang bertobat dari kemusyrikan. (Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.)
QS. An-Najm 39-42:
39. (Dan bahwasanya) bahwasanya perkara yang sesungguhnya itu ialah (seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya) yaitu memperoleh kebaikan dari usahanya yang baik, maka dia tidak akan memperoleh kebaikan sedikit pun dari apa yang diusahakan oleh orang lain.
40. (Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan) kepadanya di akhirat.
41. (Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna") pembalasan yang paling lengkap. Diambil dari asal kata, Jazaituhu Sa'yahu atau Bisa'yihi, artinya, "Aku memberikan balasan terhadap usahanya, atau aku memberikannya balasan atas usahanya." Dengan kata lain lafal Jazaa ini boleh dibilang sebagai Fi'il Muta'addi atau Fi'il Lazim.
42. (Dan bahwasanya) jika dibaca Anna berarti di'athafkan kepada kalimat sebelumnya, jika dibaca Inna berarti merupakan jumlah Isti-naf atau kalimat baru. Hal ini berlaku pula terhadap lafal yang sama yang jatuh sesudahnya, dengan demikian maka pengertian yang terkandung pada kalimat sesudah Anna pertama bukan termasuk ke dalam pengertian yang terkandung di dalam lembaran-lembaran Ibrahim (kepada Rabbmulah kesudahan) tempat kembali sesudah mati, lalu Dia memberikan balasan yang setimpal kepada mereka masing-masing.
QS. Ali Imran : 159
159. (Maka berkat) ma merupakan tambahan (rahmat dari Allah kamu menjadi lemah lembut) hai Muhammad (kepada mereka) sehingga kamu hadapi pelanggaran mereka terhadap perintahmu itu dengan sikap lunak (dan sekiranya kamu bersikap keras) artinya akhlakmu jelek tidak terpuji (dan berhati kasar) hingga kamu mengambil tindakan keras terhadap mereka (tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu, maka maafkanlah mereka) atas kesalahan yang mereka perbuat (dan mintakanlah ampunan bagi mereka) atas kesalahan-kesalahan itu hingga Kuampuni (serta berundinglah dengan mereka) artinya mintalah pendapat atau buah pikiran mereka (mengenai urusan itu) yakni urusan peperangan dan lain-lain demi mengambil hati mereka, dan agar umat meniru sunah dan jejak langkahmu, maka Rasulullah saw. banyak bermusyawarah dengan mereka. (Kemudian apabila kamu telah berketetapan hati) untuk melaksanakan apa yang kamu kehendaki setelah bermusyawarah itu (maka bertawakallah kepada Allah) artinya percayalah kepada-Nya. (Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal) kepada-Nya.
Wallahu a'lan. Maaf, saya hanya menyalin tulisan ini. Kalimat yang berada di dalam tanda kurung merupakan terjemahan dari ayat suci Al-Quran, dan kalimat yang berada diluar tanda kurung merupakan tambahan dari Tafsir Jalalain.
Sekali lagi maaf, jika jawaban saya tidak memuaskan.