kandungan hadist tentang berprasangka buruk dari H.R Bukhari
B. Arab
robbyfz
Pertanyaan
kandungan hadist tentang berprasangka buruk dari H.R Bukhari
2 Jawaban
-
1. Jawaban IbnuAbihi
عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ))إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ(( البخاري ومسلم
Artinya: Dari Abu Hurairah a, Nabi n bersabda: “Jauhilah oleh kalian berprasangka (kecurigaan), karena sesungguhnya prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Syarah Ringkas:
Rasulullah n senantiasa memberi peringatan kepada umatnya dari perkara-perkara yang mendatangkan kemudharatan atau menimbulkan keretakan ukhuwah islamiyah antara kaum muslimin. Dalam hadits tersebut, Nabi n mewaspadai umatnya dari sifat buruk sangka terhadap saudaranya karena hal ini akan membawa kerusakan bagi mereka.
Kandungan hadits ini mirip dengan firman Allah l, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan pra-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari pra-sangka itu adalah dosa.” (QS. al-Hujarat: 12). Akan tetapi dalam ayat tersebut Allah berfirman “sebagian dari pra-sangka itu adalah dosa”, Allah tidak berfirman semua prasangka, karena prasangka yang bersandar pada bukti dan penguat tidaklah mengapa.
Adapun prasangka yang dicela dan dilarang dalam hadits di atas adalah prasangka semata tanpa ada faktor penguat atau qorinah (alasan) tertentu. Beliau n menyatakan bahwa hal ini adalah sedusta-dustanya berita, karena ketika seseorang mulai berprasangka buruk, maka jiwanya berkata kepadanya ‘si fulan berkata demikian, si fulan melakukan hal itu, dia ingin berbuat demikian dan seterusnya’, hal ini Rasulullah n namakan dengan sedusta-dustanya pembicaraan.
Faidah dan Hukum:
1. Larangan berprasangka buruk tanpa ada faktor penguat atau qorinah tertentu
2. Prasangka buruk merupakan sedusta-dustanya perkataan
3. Anjuran berprasangka baik terhadap sesama muslim
4. Islam sangat menjaga hubungan baik antar manusia, sehingga segala sesuatu yang meretakkan hubungan baik tersebut, Islam pasti melarangnya.
Demikianlah penjelasan singkat tentang hadits larangan berburuk sangka, semoga kita dapat merealisasikan kandungan hadits tersebut dengan menjauhi sikap tercela lagi berbahaya itu.
Wallahu a'lam. Maaf, saya hanya menyadur dari http://belajardienulislam.blogspot.co.id/2013/09/syarah-hadits-larangan-berburuk-sangka.html?m=1 -
2. Jawaban udinsederhana
Hadits Bukhari Nomor 5604
ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺑِﺸْﺮُ ﺑْﻦُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﻣَﻌْﻤَﺮٌ ﻋَﻦْ ﻫَﻤَّﺎﻡِ ﺑْﻦِ ﻣُﻨَﺒِّﻪٍ ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻫُﺮَﻳْﺮَﺓَ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﻳَّﺎﻛُﻢْ ﻭَﺍﻟﻈَّﻦَّ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻈَّﻦَّ ﺃَﻛْﺬَﺏُ ﺍﻟْﺤَﺪِﻳﺚِ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤَﺴَّﺴُﻮﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠَﺴَّﺴُﻮﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺤَﺎﺳَﺪُﻭﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺪَﺍﺑَﺮُﻭﺍ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺒَﺎﻏَﻀُﻮﺍ ﻭَﻛُﻮﻧُﻮﺍ ﻋِﺒَﺎﺩَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﺧْﻮَﺍﻧًﺎ
Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Muhammad] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Hammam bin Munabbih] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta, janganlah kalian saling mendiamkan, janganlah suka mencari-cari isu, saling mendengki, saling membelakangi, serta saling membenci, tetapi, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.