kesimpulan sang pemimpi mozaik 1
B. Indonesia
IndriyaniAnwar
Pertanyaan
kesimpulan sang pemimpi mozaik 1
1 Jawaban
-
1. Jawaban revanimeiliana05
Mozaik 1
What a Wonderful WorldHari ini tanggal 15 Agustus 1988. Musim hujan baru dimulai, mendung menutup separuh langit. Aku gugup, jantungku berayun-ayun. Berjingkat-jingkat dibalik tumpukan es kedua kaki tak teguh, gemetar. Bau ikan busuk yang merebak dari peti-peti amis di ruangan asing ini, sirna dikalahkan oleh rasa takut. Aku, Jimbron dan Arai baru berlari dikejar-kejar seorang tokoh poling antagonis. Semuanya meniang serba tidak masuk akal. Hanya karena urusan sekolah kami bisa terperangkap di gudang es ini. Bayangan 3 orang pria berkelebat. Bayangan itu merapat kedinding. Aku tercekat menahan nafas. Dialah tokoh antagonis itu, Wakil Kepala SMA Bukan Main yang frustasi berat, Pak Mustar namanya. Ia menyandang semua julukan seram dan tata cara lama yang keras dalam penegakan disiplin.
Sebenarnya Pak Mustar adalah orang penting. Tanpa dia kampung kami tidak akan punya SMA. Namun, Pak Mustar beubah menjadi monster, karena justru anaknya yang lelaki satu-satunya tidak diterima di SMA itu. Senin pagi ini kuanggap hari yang sial. Setengah jam sebelum jam masuk. Pak Mustar mengunci pagar sekolah. Banyak siswa yang terlambat termausk aku, Jimbron dan Arai. Saat itu aku dan JImbron sedang duduk penuh gaya diatas sepeda jengkingnya yang butut. Sekelompok siswi kelas satu yang juga terlambat nongkrong berderet-deret. Hanya aku dan Jimbron pejantan di sana.
Kami segera mengeluarkan segenap tenaga daya pesona yang kami miliki. Jimbron membunyikan klining sepedanya dan bernyanyi tidak jelas. Sedangkan aku duduk mengaduk kepalaki dengan minyak hijau ajaib tancho. Maka muncullah bongkahan jambul berbinar-binar . aku berpuar-pura menunduk membetulkan tali sepatu sehingga ketika bangkit aku dapat menyibakkan rambutku. Dan bukannya dapat simpati, para siswi didepanku menjerit histeris menatap sesuatu di belakangku. Tak sempat kusadari Pak Mustar telah berada disampingku. Pak Mustar menyentakku dengan keras hingga seluruh kancing bajuku lepas. Aku berlari kencang menyusuri terali sekolah. Tenagaku terbakar kulirik sejenak jejeran panjang tak putus-putus pagar nan ayu, ratusan siswa berteriak histeris membelaku. Mereka riuh menyemangatiku, karena mereka benci Pak Mustar. Aku meyeberangi jalan dan berlari kencang ke Utara. Jimbron dan Arai terengah-engah mengikutiku dari belakang. Kami meyelinap hingga di gudang peti es inilah kami tertangkap.
Dan kami panik tak dapat menguasai diri, ketika Nyonya Lam Nyek Pho datang, ia pemilik gudang ini. Arai mencongkel dan menyingkap tutup peti. Wajah kami seketika memerah saat bau amis yang mengendap lama meyeruak. Aku merasakan siksaan yang mengerikan ketika dua tubuh dengan berat tidak kurang dari 130 kilo menindihku. Bau anyir ikan busuk menusuk hidungku sampai ke ulu hati. Nyonya Pho dan pembantunya memasuki gudang. Peti meluncur pasar pagi yang ramai. Di punggungku kurasakan detak jantung Jimbron, lambat namun keras, gelisah dan mencekam. Berbeda dengan Arai, ia tersenyum. Menurutnya apa yang kami alami adalah petualangan yang asyik. Dan tibalah moment yang diamatis itu ketika Nyonya Pho mengangkat tutup peti dan langsung menjerit sejadi-jadinya. Kami bertiga bangkit dan serentak bangun tanpa ekspresi. Dipimpin seorang laki-laki pemimpi yang bukan main.
ini novel dan kesimpulan maka kesimpulannya ada difaragraf atas
Semoga Membantu..!
kalo salah maafyahh