Sejarah

Pertanyaan

apa kebijakan politik luar negeri majapahit ?

1 Jawaban



  • Pada masa itu,sistem kerajaan Majapahit adalah sistem pemerinthan teratur. Ternyata sistem pemerintahan ini cocok digunakan di Kerajaan Majaphit,buktinya Majapahit dulunya adalah salah satu kerajaan tersebesar setelah Kerajaan Sriwijaya. Apalagi pada masa Raja Hayam Wuruk dan Patih Gajah Mada,pada masa inilah kerajaan Majapahit  mencapai zaman keemaasan. Pada masa ini wilayah kekuasaan Majapahit sangat luas,bahkan melebihi luas wilayah Republik Indonesia sekarang.Oleh karena itu,Moh.Yamin menyebut Majapahit dengan sebutan negara nasional kedua di Indonesia.Pada masa Kerjaan Majapahit,Raja memegang kekuasaan tertinggi. Dalam melaksanakan pemerintahan,raja dibantu oleh berbagai badaan ataupun pejabat .Badan atau pejabat yang dimaksud adalah :Rakryan Mahamantri Katrini,dijabat oleh para putra RajaDewan Pelaksana terdiri atas Rakryan Mapatih atau Patih Mangkabumi, Rakryan Tumenggung. Rakryan Demung, Rakryan Rangga, Rakryan Kanuruhan. Kelima pejabat  ini dikenal Sang Panca ring Wilwatika.Dewan Pertimbangan yang disebutBatara Sapta PrabuBadan Peradilan yang disebutSaptopapatiDharmadyaksa,yaitu badan atau pejabat yang khusus menangani persoalan keagamaan. Di Majapahit ada 2 Dharmadyaksa,yaitu Dharmadyaksa ring Kasaiwan ( agama Syiwa ) dan Dharmadyaksa ring Kasogatan ( agama Buddha )Pada masa itu Majapahit sudah mampu,untuk menjalin hubungan dengan negara atau kerajaan lain. Negara Siam,Birma,Kamboja,Anam,India, dan China adalah beberapa kerajaan atau negara yang pernah menjalin hubungan dengan Kerajaan Majapahit. Dalam membina hubungan dengan negara ataupun dengan negara lain,Majapahit mengenal motto MITREKA SATATA yang berarti negara sahabat. Sampai saat ini Indonesia sekarang masih menjalin hubungan dengan negara lain,sekarang biasa disebut dengan hubungan bilateral,multiteral dan lain-lainToleransi agama pada masa itu juga sudah dikenal,ini terbukti dengan adanya dua badan atau pejabat yang mengurusi persoalan keagaamaan  yaitu,Dharmadyaksa ring Kasaiwan,yang mengurusi persoalan agama Syiwa  dan Dharmadyaksa ring Kasogatan , yang mengurusi persoalan agama Buddha. Mereka sudah sangat mengerti maksud dari Bhinneka Tunggal Ika. Tidak hanya itu saja,ternyata Raja Hayam Wuruk yang beragama Syiwa juga dikenal berhubungan baik dengan Patihnya yaitu Patih Gajah Mada yang beragama Budha. Seharusnya,Indonesia yang sekarang mencontoh hal-hal baik seperti itu,jadi sesama teman,kawan kita tetap bisa menghargai. Jika jiwa saling menghargai tumbuh,korupsi mungkin juga bisa turun seiring semakin besar rasa menhargai mereka terhadap  orang lain.Berkat kepemimpinan Hayam Wuruk dan Gajah Mada,kehidupan politik,dan stabilitas nasional Majapahit terjamin.Hal ini disebabkan karena kekuatan  tentara Majapahit dan angkatan lautnya sehingga semua perairan dapat diawasi.Tapi,ada hal yang paling penting dibandingkan semuanya. Yaitu adanya seorang pemimpin yang tegas.Dalam suatu pemerintahan akan terus maju jika pemimpin mereka kuat,kokoh,mengerti keadaan rakyatnya ,sehingga akan terjadi hubungan timbal balik antara pemimpin dengan rakyat yang akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan negra itu sendiri. Indonesia sekarang membutuhkan orang orang yang memiliki keinginan kuat seperti Gajah Mada .

    Pemimpin seperti Hayam Wuruk dan Gajah Mada – lah yang sekarang sedang dinanti-nanti oleh banyak pihak.

Pertanyaan Lainnya