jalannya perlawanan di bali
IPS
dani123456
Pertanyaan
jalannya perlawanan di bali
1 Jawaban
-
1. Jawaban silucu37
Pada tahun 1844, di pantai Prancak dan pantai Sangsit (Pantai di Buleleng bagian timur) terjadi perampasan kapal-kapal Belanda yang terdampar di pantai tersebut. Timbul percecokan antara Buleleng dengan Belanda. Belanda menuntut agar Kerajaan Buleleng melaksanakan perjanjian 1843, yakni melepaskan hak Tawan Karang. Tuntutan Belanda tidak diindahkan oleh Raja Buleleng I Gusti Ngurah made Karangasem. Belanda menggunakan dalih kejadian ini dan menyerang Kerajaan Buleleng.
Pantai Buleleng di blokade dan istana raja ditembaki meriam dari pantai. Belanda mendaratkan pasukannya di pantai Buleleng. Perlawanan sengit dari pihak kerajaan Buleleng dapat menghambat majunya laskar Belanda. Korban berjatuhan dari kedua belah pihak. Akhirnya belanda berhasil menduduki satu persatu daerah-daerah sekitar istana raja. (Banjar Bali, Banjar Jawa, Banjar Penataran, Banjar Delodpeken, istana raja telah terkurung rapat). I Gusti Made Karangasem menghadapi situasi ini kemudian mengambil siasat pura-pura menyerah dan tunduk kepada Belanda.